Jumat, 16 Oktober 2015

Pertanian Masa Depan



Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, segala jenis tumbuhan bisa ditemukan, berbagai macam hewan bisa dijumpai bahkan segala bahan material alam terpenuhi.Kenyataan tersebut yang membawa negara Indonesia pada gelar negara atlantis yang hilang, negara Indonesia memiliki potensi begitu besar untuk menjadi negara adidaya, menjadi negara terkaya di seluruh dunia, negara dengan kondisi penduduk makmur dan sejahtera.
Sektor paling kuat yang menunjang perekonomian Indonesia adalah sektor pertanian, dengan tanah yang begitu subur dan keanekaragaman sumber daya alam yang tiada tandingan.Bahkan kondisi ini menjadikan penduduk Indonesia memegang kuat mata pencaharian dalam bidang pertanian.Hanya saja mata pencarian bidang pertanian yang tersebar di Indonesia saat ini masih tergolong dalam kriteria yang miskin dan tidak sejahtera.Pertanian indonesia saat ini masih di dominasi dengan usaha skala kecil, modal yang terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, wilayah pasarannya lokal dan daya saing masih sangat rendah.



Perlu adanya inovasi yang membangun guna meningkatkan kualitas dan kemampuan daya saing untuk menunjang ketahanan pangan dalam negeri bahkan mampu berevolusi menjadi negara ekspor pangan.
Pertanian masa depan tidak akan bisa bertahan hanya dengan pola seperti pertanian saat ini (konvensional). Tetapi pertanian konvensional masih akan memegang peran yang cukup penting. Pada masa yang akan datang akan ada 3 pola pertanian penting,yaitu:
1.      Pertanian Konvensional
2.      Pertanian Konservasi
3.      Pertanian dengan Teknologi Tinggi.
Pertanian konvensional adalah pertanian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar petani di seluruh dunia saat ini. Pertanian ini mengandalkan input dari luar sistem pertanian, berupa energi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan bermutu tinggi. Pada masa yang akan datang sistem pertanian ini akan lebih ramah lingkungan bersamaan dengan lebih banyak input teknologi.
Pertanian Konservasi juga akan meluas. Ada kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai tuntutan terhadap pangan yang bebas pestisida dan bebas dari pupuk kimia, serta kelompok yang ingin agar pertanian tidak mencemari lingkungan. Dua kelompok masyarakat ini akan semakin besar di dunia, demikian pula di Indonesia. Produktivitas sistem ini pada umumnya rendah, lebih-lebih pada beberapa tahun kemudian, mutu fisik atau visual produk juga rendah, tetapi keamanannya tinggi dan dipercaya oleh sebagian konsumen nilai zat berkhasiatnya yang terkadung di dalamnya tinggi. Namun, karena adanya permintaan yang semakin besar dari kelompok-kelompok ini akan mendorong semakin luasnya pertanian konservasi. Pada pertanian konservasi, prinsip utamanya adalah pertanian yang mengandalkan dan berusaha mempertahankan kelestarian alam.
Pertanian Teknologi Tinggi juga akan meningkat pada masa depan. Pertanian ini akan sngat produktif, produknya bermutu tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada di dalamnya bisa diatur sesuai kebutuhan.
Hingga saat ini telah berkembang sistem atau alat bantu guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi bidang pertanian.Sistem atau alat bantu itu diantaranya, pengecekan tumbuh kembang tanaman secara otomatis, telah berkembang alat dengan nama web camera yang dimana petani tidak perlu setiap hari mengecek menuju lokasi penanaman, alat ini dikembangkan oleh kouno dia mengkombinasikan web camera dan sebuah robot metrologi.Web camera ini secara otomatis mengumpulkan foto-foto tanaman yang digunakan untuk menganalisa secara jarak jauh(remote).Seorang petani Jepang yang melengkapi greenhousenya dengan web camera semula hanya ditujukan untuk memantau kondisi perkembangan tanamannya, tetapi kemudian sistem ini digunakan untuk mempromosikan tanaman serta buah-buahan yang ada di green housenya menggunakan web camerra untuk memantau tanamannya dan menghubungkannya ke jaringan internet, petani ini menjual tanamnnya kepada pembeli dan memberikan kebebasan sang pembeli memntau perkembangan buah-buahan tersebut melalui web hingga siap dipanen.
Alat lain yang telah digunakan berupa pengembangan sistem berbasis PDA yang dikombinasikan dengan Global Positioning System (GPS) untuk mengumpulkan data pertanian dan lokasinya.Sistem ini dikembangkan oleh Okuta dan Yamakawa.Selanjutnya Fukatsu mengembangkan sistem untuk memonitaring sebuah area pertanian, sistem ini memiliki sejumlah sensor untuk memantau suhu, kelembapan, sinar matahari, kondisi tanah. Serta memiliki fitur untuk terhubung ke jaringan internet.
Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa tidak selamanya pertanian berada dalam kondisi yang mengenaskan dan penuh dengan aura ketertinggalan.Dengan bukti telah berkembangnya alat-alat yang sangat membantu bidang pertanian, tentu muncul peluang besar bahwa pertanian di masa depan sanagt mampu untuk memimpin bahkan mampu menjamin perekonomian dunia
Yang perlu di lakukan lagi adalah bagaimana segala macam alat bantu aktifitas pertanian ini mencapai seluruh penjuru wilayah, tidak hanya tempat-tempat metropolitan, namun seluruh pojok dan pelosok negeri mampu merasakan.Sehingga kemanfaatan ini benar-benar menyeluruh tanpa terkecuali.Prediksi kekurangan lahan di masa yang akan datang mampu di tangani dengan membangun gedung untuk metode atau lahan pertanian dengan alat bantu yang serba modern.Pencahayaan dengan kadar yang di sesuaikan, kelembapan yang sesuai dan nutrisi atau pupuk yang tepat guna atau efisien.


           
Share:

1 komentar: