This post totally a sweetie greeting for the sake of my new own journey, yeah sounds so selfish wkwkkw
Hei Ina, Happy Birthday, selamat mengulang 23 yang ke 23. I'm being super nervous for a long time before this moment, all feelings inside just something that i can't define it is. and see we arrive in now, wow. The age is just number but the journey is everything. Welcome, my new chapter in this journey, Kaina :)
23 tahun waktu yang cukup lama, sebelum semuanya tentu saya ingin mengucapkan puji syukur, terimakasih, dan sejuta kebahagiaan yang tidak akan mampu terdefinisikan sempurna, terimakasih yaAllah untuk semua anugerah kenikmatan menjalani hidup dengan kasih sayang, rahmat yang tak pernah henti walau sedetik saja. Alhamdulillah, semoga mampu menjaga semua kenikmatan ini hingga tutup usia :)
Jujur, ini kali pertama saya benar-benar antusias dalam menyambut ulang tahun, hanya karena umur saya sama dengan muasal angka saya dilahirkan wkwkw. Sebuah pilihan sederhana yang terdengar sedikit tidak dewasa demi menuju kedewasaan selanjutnya. haha Begitulah saya, menjalani perjalanan 23 tahun sebagai pengembara mencari jati diri, mencari makna kenapa seorang saya harus menyapa dunia dengan segala jatah, yeah we called it's takdir hidup yang sudah melekat dari awal sebelum semuanya ada. Kenapa? apa Allah sedang main-main, atau Allah hanya iseng oh atau Allah hanya menambah jumlah 1 digit baru dari populasi yang jumlahnya milyaran di dunia ini? BIG NO. tentu tidak, dear. Iya, saya masih terus mencari sekaligus menerapkan makna-makna hidup itu. Saya ingin memandang hidup dengan begitu sederhana tapi tidak menyepelekan setiap kenikmatannya, dan ternyata saya juga baru sadar bahwa sederhana adalah sebuah kenikmatan! WOW it's super amazing bravo mantub. Setelah panjang jalan yang saya garis dan saya tengok ke belakang penuh dengan belok-belok dan coretan salah medan, yah saya senang sekali karena tentu belak-belok lintasan menjadikan ukuran panjang jalan saya lebih banyak, akan berbeda dengan satu utas garis lurus yang bisa saya lihat ujung nya dengan mudah, bukan? semakin panjang ukuran lintasan tentu pengalaman jatuh bangun nya akan semkain banyak proses pematangan sikap dan pikiran didapat dari semua peristiwa yang telah dilalui entah kita merasa gagal atau berhasil, tapi sejatinya tidak ada kegagalan yang berujung pada kesia-sia an, semuanya mengandung pelajaran sangat berharga. Karena kedewasaan, kebijaksanaan, kesederhanaan tidak bisa dibeli di toko onlen, atau di pasar fisik, semua itu buah dari perjalanan panjang yang tak ternilai harga nya :) Mari kita lanjutkan perjalanan lagi.
hah.
Pagi ini saya sangat bersemangat dengan diri sendiri, merasa masih banyak mimpi dan harapan yang harus saya penuhi. Untuk saya, keluarga, saudara, masyarakat, kawan, kerabat dan semua ekosistem semesta yang lain, lingkungan dan hewan-hewan misal nya, ahaha. AYOK AH SEMANGAT NYA DIISI TERUS BEB. ISI ULANG ENDORFIN ADA DIMANA-MANA :)
Balik lagi ke satu kata yang benar-benar saya syukuri setelah sedikit berhasil menjadikan nya kata yang selalu saya pegang, SEDERHANA.
yah, sederhana tidak lagi sebuah kata yang biasa saja bagi saya, sederhana dalam memberikan sudut padang, sederhana dalam bersikap, dan sederhana dalam mengambil keputusan.
Sederhana ternyata menjadi tidak sederhana seperti muasal kata nya. dalam kasus kecil yang pernah saya alami, sederhana dalam bersosial media contohnya. Ternyata untuk menemukan kata sederhana dalam pengelolaan akun-akun pribadi saya, saya butuh waktu 7 bulan and continued until idk when the time's up, maybe until the Almighty call me back.
Saat mendengar kata sederhana saya selalu lebih tertarik dan klik gitu, tidak seperti sebelum-sebelumnya haha. Kemudian suatu hari saya membaca yang naas nya saya lupa entah itu artikel atau tulisan lepas di akun sosmed orang, yang intinya sederhana memang tidak sesederhana kata nya, seperti kata sederhana dalam puisi Eyang Sapardi yang berjudul "Aku ingin", keinginan mencintai dengan sederhana tapi diksi yang digunakan jauh dari kata sederhana itu sendiri, berikut puisi nya:
Aku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkankayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan isyarat yang tak sempat disampaikanawan kepada hujan yang menjadikannya tiada
oiya, bonus kalo mau dengerin musikalisasi puisi nya Eyang Sapardi bisa cek musisi legend Ari-Reda, sepasang yang benar-benar sempurna membawakan puisi dengan nada-nada indah dan petikan gitar yang uwuw.
Begitu seutas pembuka di usia saya yang memasuki quarter life crisis.
Salam,
Saya :)


