Sabtu, 22 September 2018

Magang Hunter #1 [Aku]

Haii. Pekan pertama sudah berakhir, jangan terlalu sering menghitung hari karena jumlah nya tak akan berubah. Wokai!
Pekan pertama tentang aku.
Jika ada orang yang kadang aku benci dan berlarut ku ratapi dalam satu waktu, tentu itu aku.
Jika ada orang yang sangat aku sayang sekaligus maklumi tentu itu juga aku.
Jika ada orang dengan tawa dan air mata berdekatan, kek tetanggaan pasti itu aku juga. 
Aku. Memang semenarik itu, etapi definisi menarik setiap orang tidak sama bukan? Menarik ku adalah.. saat hati lagi baik dan mudah di kondisikan. Kapan? Musiman ga setiap saat. Diantara aku. Zzz gajelas. Monolog aku.

Berada dalam tempat baru dan belajar menempatkan diri didalam nya harus hati-hati, karena kesan pertama adalah emas ((yang tidak bernilai jual))
Iyaa wess.
Aku tetap aku yang banyak cacat melekat. Sepeti yang aku bilang, magang ku kecelakaan. Kecelakaan yang tidak boleh terlalu lama disesali. Toh menyesali saja tidak akan merubah apapun, dan kata bijak nya adalah.. aku harus lekas bangkit dan berdiri, tapi mensugesti tanpa aksi saja tidak cukup bukan? Ah kok klise banget sih. Zzz
Abis ini aksi ya, jangan lupa lagi! Lupa kok dipiara trus si ku. :(
Tempat baru dan orang-orang baru, semoga kesan pertama dan selanjutnya mereka tentang aku adalah kesan baik, pun untuk ke 3 teman ku.

Sepekan ini aku di lab. Rasa nya nano-nano, eh jadi inget permen dan short story. Wkwk
Miko tak ajak tukeran soalnya dia dah biasa dengan kehidupan lab, secara dia anak kimia asli. HM sayang nya dia ga mau. Eh sempet mau tapi bersyarat, pake gelato 100 yaela. Masih syarat lainnya yg bernilai basa-basi.

Lucunyaaa aku ini, yang pernah mimpi magang di Jepang eh malah sekarang ilo yang kesampean lagi di Jepang. Hebat Lo, selamat! mimpi kau bahkan udah tercapai lebih cepat dari yang direncanakan. Congrats Lo, u ar a real achiever i have knew. Totally u did it so well. Verygudjobb.
Btw lawak juga yaa, ku baru nyadar pas nulis ini. Ilo yang pingin ke Rinjani, entah dah kesampean blm eh aku Alhamdulillah juga ke ((lereng)) Rinjani semester ini. Trus 2 tahun lalu pas aku pingin ke Jepang semester ini, justru Ilo yang fix ke Jepang. Kadang hidup memang begitu. Mau tak tulis tapi ga sanggup, ga layak kata2 itu aku urai. Selamat sekali lagi selamat, sukses terus!
Anw. Sejauh ini pribahasa pungguk merindukan bulan ((sekarang bulannya makin purnama tanpa purna)) masih aku pegang, sampe semua nya "aman".
Aku ini, yang mudah terombang-ambing harus berpegang pada ilusi, membangun tembok tinggi tapi medan nya sangat mudah dilalui. Haha podowae rek.
Mau bilang kasihan tapi ga boleh, sekarang sesama aku tidak sedang saling merendahkan. Wk
Ya itu aku.
Yang sekali waktu bisa sangat menggemaskan, menjengkelkan dan serba ketidakjelasan. Hmm

Lucunyaaa aku ini, yang pernah menabung harapan, Semarang tempag pulang setelah Magelang. Sekarang dua-dua nya tinggal harapan.
Magang oh magang. Bukan untuk diratapi tapi dijalani.

Habis magang ideal nya skripsi dann dengan sadar atau tidak ternyata dah hampir berkahir kuliah ku, Februari jelas bukan terminal pemberhentian, disana hanya bisa melongok menghantarkan dan mengucapkan tanda kebahagiaan kepada beberapa kawan.
Mungkin Juni eh atau Oktober? Pilihan yang dua-dua nya ada di genggaman.
Weit.
Dah mau nyampe Jogja rupanya. Dah lah. Jogja, tempat yang lebih dari sekedar pulang. Apa itu? Aku juga ga tahu.
Jogja yang setiap titik lokasi nya menyimpan banyak cerita, tentang semua rasa yang beradu, tanpa izin dan permisi. Tapi terlanjur ga bisa aku usir pergi. Yaudah. Selamanya akan mengisi pikiran dan hati. Ga papa

Aku merasa kadang terlalu baik, padahal perasaan yang seperti itu lah yang sejatinya membuat aku menjadi orang jahat. Jahat terhadap perasaan (re:prasangka) susah sekali rupanya mengendalikan hati, latihan nya super ekstra- teori nya kek gampang karena sejatinya pengendali prasangka adalah sebaik-baik manusia. Eh kata sapa ya Allah :" sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat, dan mengendalikan prasangka baik adalah salah satu manfaat, semoga.
Jadi inget, ngutip dari repost an story nya bunda Ashva bahwa Allah membatasi antara manusia dan hati nya.
Lengkap nya ada di QS: Al-Anfal 24.
Semoga Allah senantiasa jaga hati-hati kita yaa.
Yaa muqollibal qulub tsabbit qalbi 'ala diinik. Aamiin.
Kledung-Jogja

Lovely
Kaina
Share:

0 komentar:

Posting Komentar