Jumat, 14 September 2018

2 Bulan

Hitungan waktu yang sama, rasa-harap dan usaha yang beda.
2 bulan berarti 60 hari 1440 jam dan dentingan jarum jam yg kalo dikumpulin bisa lah buat energi baru. Coba aja bikin inovasi kalo lagi gabut. Pasti makin gabut :'
Eh jangan deng, kalo pas gabut banget nyampe ga ketulungan tu mending dzikir dan banyak doa, ga papa meski doa nya mbatin :v mana tahu doa2 yg sering meski ga di jahrkan menjadi doa-doa mustajab di suatu hari. Hehe. #ntms
Balik ke 2 bulan. Saat ini ia adalah hitungan waktu yang sama dari 2 sudut pandang: masa lalu dan masa depan. Memang benar apa yg terlihat sama tak selalu sama, eh gimana.. ini misal nya:
2 bulan lalu tepatnya bulan Juli, ada harap-harap cemas yang mengusik dari awal bulan ini. Tentang bayangan 2 bulan di tempat orang dengan, adat-budaya, kebiasaan dan perilaku yang serba baru. Ada takut, cemas, khawatir yg mengganggu. Pun tak tertinggal ada harap, asa, mimpi dan hal menyenangkan yang menari-nari membuat riang hati.
Mulai lah aku susun beberapa pertemuan untuk menawar waktu 2 bulan yang belum pernah terjadi, berpisah sesungguhnya dengan jarak yang tak lagi bisa di tawar.
Pertemuan yang benar-benar aku hargai. Pertemuan yang benar-benar membuat aku bersyukur dan tak ingin sedikit pun membicarakan hari esok. Saat itu aku  berprinsip, menikmati dan menghabiskan hari ini yang tak lagi bisa ku beli esok hari. Jadii, jangan bahas esok sedikit pun cukup hadirkan diri (jiwa raga) seutuhnya. Aku, kamu adalah kita sekarang. Besok? Belum tentu. Dan itu ampuh sekali Alhamdulillah, detail cerita nya masih ku ingat nyampe sekarang. Rekor bukan? Wkwk
Saat itu pertemuan menjadi salah satu calon kenangan yang akan aku jadikan obat jika 2 bulan yang akan datang aku "tidak baik-baik saja" batinku saat itu.
Dan 2 bulan ku saat itu telah berlalu, menjelma hari ini. Apakah aku sempat tidak baik-baik saja? Apakah batinku menjadi kenyataan? Wkwk. Hayoloo. Cerita 2 bulan lalu akan di bungkus di kotak sendiri, besok saat pikiran sudah kembali normal. Sekarang? Lagi on my way, masih setengah jalan.
Lalu bagaimana dengan sisi satunya, sisi masa depan yang tidak bisa diihat, diterawang pun juga ga akan kesampean.
2 bulan masa depan, dimulai dari sekarang dan akan berakhir bulan November, itu di kalender ku. Bisa sama bisa beda di kalender lainnya, aku ambil sama nya aja ya :v
September
Oktober
November
September, bulan ke-9 yang nyata nya sedikit sekali, bahkan mendekati "tak ada" kenangan hidup yg terselamatkan didalam hari-hari nya, selama 21 tahun terlewati.
Eh tapi, September tahun ini ada kenangan baru, 7 September 2 bulan nikahan nya bulek Hana. Wkwk dan bulan dimana belio meninggalkan kisah #balada25. Aku? Masih bahkan baru mulai dengan kisah #baladasemestertua. Haha
Oktober, bulan ke-10 yang woi. Ternyata ini awal mula aku liat dunia dan resmi jadi makhluk paling sempurna, manusia.
Aku? Gadis Oktober yang yaaa, biasa aja. Sekali dan ga akan aku lupa, bulan dan tanggal yg sama dengan adek gadisku satu2 nya. Helma. Sek, jadi inget dah mau tua aja aku. Ahh- abis ini juga lupa lagi. Wkwk
Terimakasih Oktober dari 11 yang lain, kau sempat menjadi yg pertama tapi aku yakin itu ga akan selamanya. Wk bahkan sekarang semakin dewasa nya aku (re:tua) semakin sadar bahwa ulang-tahun hanyalah ulangan tanggal setiap tahun yang tidak melulu harus 'dirayakan' dengan berbagai hal mewah yg bisa jadi beberapa dari kita menjadikan kemewahan sebagai euforia yg membahagiakan, untuk 1 hari dalam 1 tahun. Hmm bagiku tak lagi begitu (eh ini bukan pembelaan karena ga pernah dirayain ya) lah wkwkw.
Toh dulu kecil aku inget betul gimana ibu menyatukan tanggal kelahiran dua putri nya, perayaan kecil2 an bersamaan dengan mengundang banyak teman, menyenangkan sekali, cukup sekali aja perayaan nya, senang nya keputar berkali-kali kok. Sure!
Toh aku ingat betul kejadian pas masih di asrama dengan keruwetan anak2 yg heboh nya masih kerasa nyampe sekarang. Wkwk lawak ya Allah.
Terimakasih ibuk Mailof dan temen2 ku yg kusayangi dari lubuk hatiii. Uuu. Doa terbaik untuk kalian :3
November. Samaaaa. Aku nabung banyak cerita di dalam nya. Dulu pas aku masih di asrama doa tentang keberkahan usia jadi santapan hampir setiap hari nya.
Dan 10 November yang terkenang sebagai hari pahlawan, dua pahlawan ku pun Allah hadirkan di dunia, bertahun-tahun silam, dengan tanggal yang sama persis. Allah debesttt producer ever.
Bapak Hanafi
Mbak Laila
Ya Allah jaga mereka yang selalu mengantongi nama ku dalam doa.
Lah kok jadi kesini. intermezoo
Padahal 2 bulan kedepan yang aku maksudkan adalah, tahap kedua terakhir sebelum penyelesaian studi S1
Magang.
Jika 2 bulan lalu adalah tahap ketiga yaitu KKN, maka saat ini 2 bulan akan aku lalui di tempat baru.
Dengan adat-budaya yang hampir sama, bahkan jarak tak benar-benar nyata toh masih bisa ku tawar dengan dua roda yg putaran nya memudahkan setiap langkah aktivitas ku selama ini. Si hitam, ayoo kita lebih kuat lagi untuk 2 bulan ini yaa.
3 jam di setiap akhir pekan yang semoga Allah selamatkan, fisik dan non fisik nya. Aamiin

Nah.. 2 bulan ini tak ingin aku terlalu khawatir dan terlalu bahagia. Semua nya tetap "direncanakan" soalnya kata motivasi nya tuu... "gagal merencanakan sama hal nya dengan merencanakan kegagalan" see? How does planning is very important bebbi.
Hanya saja, angan ku masih aku penjarakan dalam batas wajar, bisa jadi nay bukan itu yang Allah mau. Bukan rancangan seperti itu yang Allah izinkan.
Lalu? jika benar apa yg Allah pilihkan dan aku rencanakan tidak sama maka aku bisa apa?
Sekarang aku lebih memilih merencanakan dan menyimpan nya dalam doa biarlah simpanan itu Allah nyatakan atau Allah hilangakan dan diganti dengan yang jauhhh lebih baik menurut-Nya.
Aku ikhlas ya Allah.

Harm regards
Kaina 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar