“Kota
Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah
sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah
sebaik-baik pasukan.”
[H.R. Ahmad bin
Hanbal Al-Musnad 4/335]
Sultan Mehmet II atau lebih familiar dengan nama
Muhammad Al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H atau 30 Maret 1432 M di Kota
Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad
II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap
pendidikan anaknya.Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin
yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Mehmet kecil yang telah
menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu
fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang.
Perhatian Sultan Murad II juga
terlihat dari kepercayaan nya kepada Al-Fatih, dia memberikan amanah kepada
Al-Fatih untuk menjadi gubernur Amasya
pada usia 6 tahun.Usia yang begitu belia untuk memimpin sebuah wilayah, tentu
saja ini bukan perkara yang ringan ada banyak masalah yang muncul dan
menjadikan pandangan kurang baik dari pihak rakyat kepada Al-Fatih.Namun,
justru kesempatan inilah yang menjadi guru kehidupan terbaik untuk Al-Fatih
dalam menghadapi dan menjalankan roda kepemimpinan nya di masa depan.
Merpati jinak telah pergi yang ada hanyalah elang raksasa yang siap mencengkram konstantinopel
--SANG PENAKLUK--
Sultan Muhammad II resmi diangkat menjadi Khalifah
Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M.
Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah
adalah menaklukkan Konstantinopel.Kota yang mampu bertahan selama 1.123 tahun
dengan 23 serangan ari segala penjuru.Konstantinopel hanya mampu dikalahkan
satu kali oleh pasukan salib pada tahun 1.204.
Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk
mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar
negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah
terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan
ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium
Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun
militer.
Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta
prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung
benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan
benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu,
benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan
perbekalan mereka.
Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini
terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah
memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas.
Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai
tersebut.
Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap
merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip
dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad
ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi
Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka
tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad
melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya
melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu
dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.
Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka
sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan
kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur
darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonnya dan
menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan
menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.
Di balik semua kehebatan dan ketangguhan Muhammad
Al-Fatih, sejatinya ia memiliki guru atau murabbi yang luar biasa, sosok
istimewa yang senantiasa sabar mendidik,membimbing dan mengarahkan Al-Fatih
menuju jalan kebenaran yang penuh barokah dan ridlo-Nya.Sosok guru yang dengan
tegas menempa Al-Fatih menjadi seorang pemimpin yang dengan izin-Nya mampu
menjadi sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik komando atas pasukan nya.Guru
besar tersebut bernama Aaq Syamsudin dan Ahmad Al Kurani.Aaq Syamsudin selalu
mendorong Al-Fatih dengan kalimat “sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya”,
di saat Al-Fatih mulai lelah dan futur Aaq Syamsudin memliki peran yang luar
biasa tak terkira, mendorong semangat Al-Fatih untuk kembali menata niat dengan
semangat sesuai dengan tujuan mula ia berangkat berjihad, yaitu menkalukan
konstantinopel.
Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak
tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh
orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang
berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu
mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal
857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil
memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad
al-Fatih, penakluk Konstantinopel.
Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih
turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu,
ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel
dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini
diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya
mengalami perubahan menjadi Istanbul.
Setelah penaklukan yang begitu mengagumkan, Al-Fatih
kembali menunjukkan sifat kepribadian nya yang begitu menawan, meski ia menjadi
penguasa baru di konstantinopel ia tak memaksakan kehendak seluruh rakyatnya
untuk memeluk islam dan hanya menyembah Allah SWT. Al-Fatih membebaskan seluruh
rakyatnya untuk memeluk agama sesuai kepercayaan mereka, dan
Kekuatan yang ada pada diri Al-Fatih tak kalah luar
biasa yaitu, semenjak ia memasuki usia baligh ia tak pernah meninggalkan sholat
tahajud, tak pernah absen untuk sholat berjamaah pada barisan atau shof pertama,
rajin menjalankan berbagai macam amalan-amalan sunnah.Kekuatan langka inilah
yang menempatkan Al-Fatih dengan gelar “The Conqueror”. Semoga seiring
berjalannya waktu dan perputaran zaman mulai muncul Al-Fatih baru yang siap
membantu dan menegakkan kebenaran di muka bumi.
--The end of history--
Tak ada manusia yang sempurna bahkan abadi, pada ujung
cerita Al-Fatih harus kembali pada ilahi rabbi, Al-Fatih meninggl pada bulan
Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul
untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah
perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter
pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat
bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4
Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan
memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad
al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.
--Al-Fatih the next--
Begitulah sedikit cerita dari proses perjalanan kehidupan
sang penkaluk Muhammad Al-Fatih.Semoga dengan uraian yang sedikit di atas mampu
membuka pikiran dan mata hati kita (pemuda, baca) untuk terus berjuang
menegakkan kebenaran, untuk terus berkorban demi kebaikan.Karena sungguh janji
Allah itu pasti, tak ada kebaikan yang sia-sia, sekecil maupun seringan apapun
itu, malaikat akan mencatatnya dan Allah akan membalasnya dengan balasan
terbaik menurut-Nya.Tak lagi ada waktu untuk menunggu, kini saatnya untuk bangkit dan maju menjadi generasi yang tidak hanya "BIASA SAJA" namun nyata menjai generasi "LUAR BIASA" because We are the real agent of change and we are Al-Fatih the next!!!
Daftar Pustaka:

Masyallah.. Muhammad Al-Fatih memang harus di jadikan tauladan, terutama bagi pemuda Islam saat ini
BalasHapusInformasinya menarik banget nayyy :) Good
BalasHapus